Halaman ini mungkin akan membuat Anda yang membacanya sedikit tersenyum, atau tertawa, atau tersenyum simpul mungkin? Atau biasa saja... ya.. memang terserah Anda, semua ekspresi akan muncul setelah Anda meresapi dan memaknai apa yang saya tulis. Karena, mengerti atau tidak mengerti apa maksud saya, tergantung Anda pernah mengalaminya atau tidak. Atau justru Anda menjadi salah satu pelaku dalam tulisan saya?? Just smile, before you read this page...

Wednesday, July 13, 2011

Ulah Sang Otak?

Kali ini aku bertanya, mengapa mesti isi kepala ini yang disalahkan?

Kala itu otakmu hanya akan menjadi tumbal.
Kamu umpat otakmu sendiri,
Kamu simpulkan bahwa ia buntu, tanpa sadar... kamu menyakitinya.

Picture Source
Padahal tiap kata yang kamu rangkai dalam kisah itu menyewa setiap senti dari otakmu,
menyita setiap mili darah yang mengaliri relung-relung labirinnya hanya untuk satu cinta tanpa wujud yang kamu ciptakan.
Kamu buat buntu salurannya yang justru maha panjang tak berujung dengan kelakuanmu sendiri.
Kamu buat otakmu berulah hebat namun kamu luar biasa kaku,
enggan mewujudkan cinta yang nyata hanya karena terlalu sibuk dengan akhir kishnya: terkorbankan karena tertolak.

Pernah tidak kamu berpikir?

Aaah... ya sudahlah...
kenyataannya sistem tubuhmu akan berjalan berpetualang bersama oksigen yang kamu hirup ke tujuan yang telah digariskan, salah satunya.. ke hatimu...

Sampaikanlah teman..
Jangan hanya sibuk berpikir tentang akhirnya...
Karena, masih ada aku...

Ulah sang otak

Picture Source
Kutulis cerita ini, untuk kamu yang mencintai tanpa wujud...
Saat kisah yang kamu rangkai hanya berupa ulah otakmu yang jahil mencari-cari
Apa yang kamu pahami sebagai makna...

Hanya kamu, Tuhan, dan realitas itu sendiri yang akan mengerti

Ada suatu saat di kala kamu akan mewujudkan kisah itu,
kamu terlalu sibuk berpikir tentang akhirnya...
Hingga kisah itu hanya berakhir sebagai antiklimaks...
Lagi-lagi ulah otakmu!

Lelaki hujan..

Lelaki itu syahdu memandang tiap tetes hujan yang jatuh di kaca jendela tempat ia bersandar,
sesekali ia menyesapi rokok yang terselip diantara jemarinya, ia nikmati gemeretak suara rokoknya terbakar.

Yang ia renungkan bukan hidupnya yang tak lengkap, karena hal itu telah lama ia biarkan menggerogoti tubuhnya hingga hampir kering...
Bukan pula tentang inginnya yang tak bisa ia gapai, karena jauh dari itu ia telah membiarkan dirinya hanyut sendiri dalam kesenangan dunia tanpa harus ia atur...

Hatinya miskin, ia gundah sesekali, tapi bukan karena keadaan, itu hanya pilihan...
Ia nikmati sepersekian detik hidupnya yang beragam-ragam, dengan caranya sendiri...

Lelaki itu, 
renungannya,
gemeretak rokoknya,
nikmat dunia di alam materinya,
pilihannya kelak segera ia luruhkan...

Sang solois itu kini direngkuh, didekap erat, menenggelamkan seluruh syahdunya.
Melengkapi hidupnya, sekaligus seluruhnya...
                                   dan disudut ini...
aku teteskan...
air mata...

Thursday, June 16, 2011

Setelah Terlalu Lama Melayang.....

Picture Source
Akhirnya... ku temukan kunci yang baru...
untuk masuk ke pintu yang baru...
namun dengan ruang 
yang sama
kamar-kamar yang sama
pula dengan aroma yang sama,

yang ku rindukan
Kembali ku isi dengan pikiran yang sama, yang itu juga

Malaikat penghibur telah terbang jauh bersama mimpi yang kutitipkan...
mendobrak pintu yang lalu...
dan ku datang membawa semangat yang indah...
pada pintu yang baru
beserta kunci yang membiarkan ku masuk...

Monday, April 11, 2011

10 Minutes Free Writing..

Picture Source
Haha... bikin-bikinan teman-teman saya di kantor GMP, setelah berminggu-minggu kami kurang kerjaan gara-gara stoknya udah mulai berkurang. Bukan tanpa fungsi kegiatan ini dibuat. Ketika kami mulai jenuh dengan keterdiaman kami masing-masing, Neni, saya, dan Mamet mulai menggagas 10 Minutes Free Writing (sebetulnya nama ini diangkat dari judul spontan yang digagas Neni), yang inti kegiatannya menulis bebas... fungsinya, yang sudah barang tentu akan mengasah atau mempertajam pisau penulisan kami (istilah terakhir diambil dari ungkapan yang dipakai teman saya Boy untuk menamai tindakan kami, hehe..). 
Picture Source
     Karena free writing, jadilah semau kami, kadang-kadang pakai tema, kadang-kadang tidak, kadang-kadang pakai aturan, kadang-kadang jungkir balik tanpa aturan, yang penting 10 menit dalam sehari, kita harus nulis, hasilnya, ya free juga (penegasan: Berhubung judulnya juga, free writing!). Dan yang paling asik, pas pembacaannya teman!! Masing-masing harus baca karya mereka, harus denger karya temen-temennya dibacain, tapi ga boleh nilai... haha... kadang-kadang butuh usaha keras buat nahan hasrat yang ini, menilai. Haha... buat kalian yang udah kenal saya duluan mungkin tau kenapa saya ga bisa nahan hal itu. Akhirnya teman-teman yang lain, Boy, Mely, Mpur, A Hermawan, mulai ikut andil, termasuk yang maju mundur akhirnya cuma ngasih tema, A Tony sama A Marwan. Juga ada A Angga yang cuma ikut-ikutan nyebut, LEBAY......

Friedrich Niestzche

Picture Source


 
"Cinta selalu mengandung kegilaan, tapi nalar juga selalu ada dalam kegilaan" 
  


Zarathustra, Niestzche 

Thursday, April 7, 2011

Wild Rose on a Bunch of Blackthorn

Picture Source
 Terduduk seorang perempuan di sebuah bangku taman yang tak dibuat indah. 
Like a wild rose on a bunch of blackthorn...

Menggambarkan kesenduan yang tak perlu ia laporkan, menguapkan ketaatan yang tak dengan langsung ia tentang. Idenya terpenjara aturan tentang perempuan dalam mata-mata tetua alam. 

Picture Source
Ia berpikir tentang perempuan yang selalu berlari di roda hamster, 
terbang di sangkar merpati, 
berenang di akuarium, 
dan bunga di dalam pot.

Sementara ia ingin berlari di jalan panjang yang berhampar di sawah, 
terbang di langit bersama merpati sungguhan,
berenang di danau yang dijatuhi daun di musim semi,
and a wild rose on a bunch of blackthorn...