Halaman ini mungkin akan membuat Anda yang membacanya sedikit tersenyum, atau tertawa, atau tersenyum simpul mungkin? Atau biasa saja... ya.. memang terserah Anda, semua ekspresi akan muncul setelah Anda meresapi dan memaknai apa yang saya tulis. Karena, mengerti atau tidak mengerti apa maksud saya, tergantung Anda pernah mengalaminya atau tidak. Atau justru Anda menjadi salah satu pelaku dalam tulisan saya?? Just smile, before you read this page...

Sunday, March 27, 2011

Saat Itu, Tebing pun Menangis

Picture Source
Kokohnya tebing menyambut selamat malamku,
seiring kedatangan dengan kabut di sudut mataku...

Gagah mencengkeram cakrawala hitam,
mewakili tangan Tuhan menggenggam rembulan

Namun alam kini menangis...
air matanya diwariskan pada hujan,
mungkin di kabut mataku alam menitipkan pesan,
'Tebing kami jangan dihancurkan'

(Tulisan ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan saya terhadap eksploitasi yang terjadi kawasan kaarst Citatah, tanpa pemerintah sadari *atau mungkin pura-pura tidak sadar* bahwa seharusnya situs tersebut harus dilestarikan, bukannya dieksploitasi demi kenyang perut mereka dan para pengusaha)

Friday, March 25, 2011

Norma telah sekarat...

Norma telah sekarat...
Kemarin, norma susila hampir mati
diperjual belikan tanpa keindahan,
digadaikan demi keagungan yang lain,
direkayasa atas nama kebutuhan.

Picture Source
Norma telah sekarat...
Hari ini, norma agama hampir mati
diperbuas dengan dalih kemerdekaan,
dipertegas untuk asas perdamaian namun menjadikan yang lain sebagai tawanan,
direkayasa atas nama kebutuhan.

Norma telah sekarat...
Sekarang atau selamanya, norma hukum hampir mati
dibuat mematikan susila bahkan agama yang seharusnya sama-sama dijunjung,
diperkosa untuk menajiskan ketidakmampuan,
dipertimbangkan dengan harta sebagai pemberatnya,
direkayasa atas nama kebutuhan.

Hingga semua norma hampir mati,
dan hanya tersisa satu..
NORMA KEKUASAAN...

Lick the candy...

Sedetik ini aku tertawa
Picture Source
Sejurus kemudian aku bergumam
Lalu... kujungkir balik seperti badan yang bereaksi dalam efek trampolin
Sejujurnya... mungkin, atau pasti kalau saat ini ku gundah...
gugup berpikir tentang segala...

Ah...
Lepaskan rasaku sayang...
tentang gundah itu...
tentang segala hal yang membuatku gugup...
Jika hanya menciumku tak cukup untuk memuaskanku...
maka cairkanlah dirimu dalam permainan lidahku dan barisan gigiku yang tak rapi..

Picture Source
Wahai permen... 
Hilangkan gundahku....









Thursday, March 24, 2011

Malam Itu di Braga Weg

Picture Source
Malam itu...
di potongan sudut jalan,
sinar lampu menghujani seorang perempuan yang terdiam tertunduk...

Tatapannya nanar bergenang air mata
diantara potongan sudut matanya, yang berhiaskan warna mencolok dari kosmetik yang ia pilih hari itu.
Dalam tatapannya yang kosong, pikirnya pulang pergi
tentang harga tawar atas kehormatannya.

Malam itu... di Braga Weg
Sendiri kusaksikan di antara potongan keramaian teman-teman dan sebotol minuman...
Perempun itu di bawa masuk dengan lembut oleh seorang lelaki setengah baya ke dalam mobilnya yang segera melaju,
dan lirikan yang terakhir kulihat dengan air mata.
Malam itu... di Braga Weg

Wednesday, March 23, 2011

Mentari Kemana?

Mentari kemana?
Tak muncul...
Malaskah kau?
atau kau biarkan aku hari ini untuk menikmati dinginnya hembusan angin di udara pagi yang juga diciptakan Tuhan untuk membuktikan kuasaNya

Mentari kemana?
Tak muncul...
Malaskah kau?
atau kau biarkan aku hari ini dingin dan membeku menikmati rasaku yang itu-itu juga
Tak diam namun berhenti untuk memikirkan
Tak murung namun berhenti untuk tertawa
Tak bersedih namun berhenti untuk mencari keriaan

Mentari kemana?
Tak muncul...
Malaskah kau?
atau kau ingin menikmati dirimu sendiri atas kehangatan yang kau pancarkan
agar sekelumit orang yang menikmati hadirmu merenung, karena kau hilang...


Tuesday, March 22, 2011

Aisling..

Picture Source
Setiap pagi sepanjang hari,
selalu kutunggu senyum itu.
Meski ia tak bersedia hadir mendahului senyum mentari.
Begitu pun juga aku, 
yang tak terlalu rela menunggu sebelum ayam menghatamkan liriknya di pagi hari.

Aku masih ingin memejamkan mata,
sejauh ia hadir di setiap mimpiku, tak ingin terbangun...
Aku masih selalu ingin tertawa bersama, 
seiring ia hadir di setiap candaku, tak ingin beranjak pulang...

Simple Thing That Amazing Called Laughing

Tertawa..
Suatu perkara mudah yang remeh..
Rangkaian haha atau barisan hihi
Picture Source
atau kolaborasi antara haha dan hihi....

Namun kolaborasi ini menghimpun banyak makna,
Semua orang mencari..
Semua orang berlomba untuk menciptakan..
Menangkap-nangkap apa yang bisa dicerna menjadi tawa...
Memilah-milah apa yang bisa disebar,
untuk sebuah kolaborasi haha dan hihi...

Sekelumit hal itu ringkas,
hanya rangkaian haha atau barisan hihi...
Namun diburu bagaikan penjahat oleh sang polisi,
bagai hewan buruan oleh sang pemangsa,
dan bagai ilmu bagi cendekia

Manusia baik, manusia buruk, kyai, pendeta, pencoleng, teroris, bayi, guru, pelukis, penulis, pemikir, orang bodoh, orang dungu, pengembara, pengacara, dan apapun Anda pasti akan tertawa, meski atas penderitaan yang Anda alami. Bahkan mungkin, Tuhan pun tertawa.... karena ia menciptakannya untuk kita...

Saturday, March 19, 2011

Ode Untuk Sang Mentari

Ayam bekisar berkokok nyaring di pagi buta
Membangunkan manusia dan seisi alam raya untuk menyambut sang mentari,
yang hendak bercokol menyinari hari
Untuk bertanggung jawab menjalankan titah dari Tuhan,
pada semesta yang Ia rangkai...

Sesaat air turun dari langit, bertajuk embun,
membasahi tiap helai ilalang dan dedaunan,
sebelum tersiram cahaya sang mentari yang hendak membantunya memasak

Yang kunyatakan pada setiap baris syair tersebut, mewakili rasa syukurku untuk setiap hari yang akan menceriakan detik-detik saat usiaku semakin berkurang