Halaman ini mungkin akan membuat Anda yang membacanya sedikit tersenyum, atau tertawa, atau tersenyum simpul mungkin? Atau biasa saja... ya.. memang terserah Anda, semua ekspresi akan muncul setelah Anda meresapi dan memaknai apa yang saya tulis. Karena, mengerti atau tidak mengerti apa maksud saya, tergantung Anda pernah mengalaminya atau tidak. Atau justru Anda menjadi salah satu pelaku dalam tulisan saya?? Just smile, before you read this page...

Wednesday, February 23, 2011

Senyum : )

Duduk disampingku seorang anak kecil hitam manis tersenyum dengan gigi-giginya yang tak lengkap
Aku membalasnya meski dengan gigi yang tak rapi, dan mungkin tak juga manis...
bangga... karena akhirnya ku punya cerita

Kulihat seorang pria renta duduk di badan trotoar dan tersenyum pada setiap orang yang berlalu,
tulus.. meski tanpa balas
Picture source
Sejurus kemudian, seseorang membalas senyumnya dengan sebungkus nasi diserahkan...

dan..
Duduk aku di sebuah bangku taman,
Memperhatikan supir angkot merengut-rengut tak dapat penumpang...
Temannya datang menghampiri sambil menggoda,
senyumlah ia....
senang sekali... meski giginya kuning-kuning

Sejurus kemudian, segerombolan anak muda yang terbahak-bahak langsung naik ke angkot yang dikusirinya
melajulah si pedati besi....


Ceritaku memang kurang penting teman!
Namun cobalah maknai...
Bahwa senyuman yang tidak dipaksakan akan berbuah rejeki, dalam bentuk apapun...

Friday, February 18, 2011

dan... Jalan itupun segera terbuka...

Sinar lembayung mengarah ke setiap tetes peluhnya yang mengalir...
Matahari itu telah menemani langkah kaki tuanya hampir berhari-hari
Air hujan pun ikut andil membasahinya hingga nyaris kuyup

Beberapa jejak lagi harus ia tinggalkan untuk singgah di surau itu..
Matanya mengerling lelah..
Berkedip jemu..
"Anakku... ku lelah, dimanakah kau? 
Aku hanya ingin berucap selalu sayang padamu..."


Magrib itu, satu lagi umat menghadapkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan. Tidak ada satu orang pun yang mengenali laki-laki tua itu. Kecuali satu umat yang menyebut dengan lirih, "Ayah, selamat jalan. Sampai bertemu disisi Tuhan. Akhirnya aku menemukanmu, meski tubuhmu telah kaku."